Central Data Technology
EN | ID
Blog • 7 min read

Backup Masih di On-Premise? Ini Strategi Backup Enterprise di Hybrid Cloud

b

by Admin CDT

Tim Redaksi

Dipublikasikan

Oct 21, 2026

Backup Masih di On-Premise? Ini Strategi Backup Enterprise di Hybrid Cloud

Mencadangkan data sudah menjadi rutinitas di banyak perusahaan. Namun, keberadaan backup belum menjamin data dapat dipulihkan saat ransomware menyerang, hardware rusak, atau sistem utama berhenti bekerja.

Risikonya meningkat ketika sistem produksi dan seluruh salinannya berada dalam satu lingkungan on-premise. Bencana fisik, kesalahan konfigurasi, atau akses yang disusupi dapat mengganggu data utama sekaligus jalur pemulihannya.

Karena itu, perusahaan membutuhkan backup data enterprise yang didukung oleh enterprise backup strategy untuk menghubungkan perlindungan on-premise dengan cloud dan hybrid cloud recovery. Strategi ini memastikan setiap salinan ditempatkan dan dilindungi secara tepat agar layanan dapat dipulihkan sesuai target bisnis saat gangguan terjadi.

Apa Itu Backup Data Enterprise?

Backup data enterprise adalah strategi pencadangan terpusat untuk melindungi data perusahaan di berbagai aplikasi, sistem, dan lingkungan penyimpanan. Jika backup data adalah proses membuat salinan, pendekatan enterprise mengaturnya melalui kebijakan retensi, kontrol akses, lokasi penyimpanan, serta pengujian recovery secara berkala.

Ketika seluruh salinan tersimpan di lingkungan on-premise, risiko bencana fisik, kerusakan hardware, dan tingginya biaya pemeliharaan ikut meningkat. Karena itu, perusahaan perlu menetapkan RPO (Recovery Point Objective) sebagai batas kehilangan data dan RTO (Recovery Time Objective) sebagai target waktu pemulihan.

Mengapa Enterprise Indonesia Mulai Beralih ke Backup to Cloud?

Ketika data tersebar di banyak aplikasi dan lokasi, menambah hardware secara terus-menerus akan membuat perlindungan semakin mahal dan rumit. Pendekatan backup to cloud memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk memperluas kapasitas, memisahkan salinan, dan menjalankan recovery tanpa bergantung pada satu data center.

Ada tiga alasan utama yang membuat pendekatan ini semakin relevan:

Memperkuat Keamanan Data dan Kesiapan Regulasi

UU PDP mewajibkan pengendali data menjaga keamanan data pribadi yang diproses. Di sektor perbankan, POJK 11/2022 juga mewajibkan Rencana Pemulihan Bencana. Cloud backup solution dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui enkripsi, kontrol akses, pencatatan aktivitas, dan kebijakan retensi yang tepat.

Mengalihkan Beban CAPEX ke OPEX

Model pay-as-you-grow memungkinkan kapasitas bertambah mengikuti kebutuhan. Perusahaan dapat mengurangi investasi awal atau CAPEX untuk hardware, lalu mengalihkan sebagian biaya ke OPEX yang lebih terukur berdasarkan kapasitas dan layanan yang digunakan.

Menjaga RPO dan RTO Tetap Terukur

Otomatisasi jadwal, retensi, dan pemantauan membantu perusahaan menjalankan RPO serta RTO secara lebih konsisten. Hasil backup dan pengujian restore juga dapat didokumentasikan untuk mendukung evaluasi kebijakan internal maupun kebutuhan audit IT.

Bangun Hybrid Cloud Recovery yang Tahan Ransomware

Ransomware dapat menyerang sistem produksi sekaligus salinan yang masih terhubung melalui akun dan jalur akses yang sama. Karena itu, arsitektur hybrid cloud backup perlu memisahkan data berdasarkan lokasi, media, dan tingkat akses agar satu serangan tidak menjangkau seluruh salinan.

Agar data tetap layak dipulihkan, prinsip pencadangan data perlu memadukan tiga lapisan berikut:

Terapkan Prinsip Backup 3-2-1

Prinsip 3-2-1 menjaga tiga salinan data pada dua jenis media dengan satu salinan berada di lokasi off-site atau cloud. Pemisahan ini mengurangi risiko seluruh data hilang akibat satu insiden fisik maupun serangan siber.

Pisahkan dan Kunci Salinan Backup

Air-gapped storage memisahkan jalur akses backup dari sistem produksi. Sementara itu, immutable storage mengunci data agar tidak dapat diubah atau dihapus selama periode retensi, termasuk ketika penyerang memperoleh akses ke lingkungan utama.

Jaga Integritas dengan Self-Healing Objects

Self-healing objects mendeteksi kerusakan dan memperbaiki objek menggunakan salinan atau fragmen data yang masih sehat. Kemampuan ini menjaga integritas jangka panjang dan membantu memastikan data tetap dapat dibaca ketika proses recovery dimulai.

Tiga Solusi Enterprise Backup untuk Kebutuhan yang Berbeda

Setiap workload memiliki skala, lokasi, dan target pemulihan yang berbeda. Karena itu, solusi backup data perusahaan perlu dipilih berdasarkan fungsi yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar jumlah fitur.

Berikut peran AWS, Akamai, dan Hitachi Vantara dalam membangun perlindungan yang lebih terarah:

1. AWS Backup untuk Proteksi Terpusat di Ekosistem AWS

AWS Backup merupakan layanan policy-based yang memusatkan perlindungan Amazon EBS, RDS, DynamoDB, EFS, dan berbagai layanan AWS lain yang didukung. Tim IT dapat mengatur jadwal, retensi, pemindahan backup tertentu ke cold storage, serta laporan untuk kebutuhan audit.

Dukungan multi-account, multi-Region, Vault Lock, dan logically air-gapped vault membuatnya ideal bagi organisasi dengan workload utama di AWS atau lingkungan hybrid yang membutuhkan pengelolaan terpusat.

2. Akamai Linode Backup untuk Pencadangan Instance yang Praktis

Akamai Cloud Backups dapat diaktifkan melalui Cloud Manager tanpa instalasi agent tambahan. Layanan ini membuat full file-based snapshot untuk Linode secara harian, mingguan, dua mingguan, serta satu manual snapshot.

Salinan disimpan pada hardware terpisah di data center yang sama. Karena itu, layanan ini sesuai untuk pemulihan praktis pada Linode dengan biaya terprediksi, tetapi tetap perlu dilengkapi salinan off-site dalam strategi yang lebih luas.

3. Hitachi Content Platform untuk Data Skala Besar

Hitachi Content Platform (HCP) berperan sebagai object storage dan backup target untuk data tidak terstruktur hingga skala exabyte. HCP menawarkan 15 nines durability, self-healing objects, serta perlindungan immutable untuk menjaga data dari perubahan maupun penghapusan.

Integrasinya dengan Veeam, Commvault, dan Veritas mendukung perlindungan hybrid cloud. Hitachi juga menyebut potensi TCO hingga 65 persen lebih rendah dibandingkan public cloud saja, tergantung desain dan karakter workload.

<H2> Perbandingan AWS, Akamai, dan Hitachi Vantara untuk Enterprise Backup </H2>

Aspek Perbandingan

AWS Backup

Akamai Linode Backup

Hitachi HCP Object Storage

Model Arsitektur

Policy-based cloud backup untuk layanan AWS dan hybrid workload yang didukung.

Managed file-based local backup untuk compute instance Linode.

Software-defined object storage untuk lingkungan on-premise dan hybrid cloud.

Keunggulan Utama

Otomatisasi terpusat dan tata kelola multi-account serta multi-Region.

Aktivasi praktis tanpa agent tambahan dengan biaya yang terprediksi.

Optimalisasi TCO jangka panjang dan pengelolaan data hingga skala exabyte.

Sistem Perlindungan

Vault Lock, immutable backup, dan logically air-gapped vault.

Salinan tersimpan pada dedicated hardware terpisah di data center yang sama.

15 nines durability, immutable storage, dan self-healing objects.

Rekomendasi Penggunaan

Workload cloud-native di AWS serta arsitektur multi-account dan multi-Region.

Compute instance Linode yang membutuhkan pemulihan lokal praktis dan hemat biaya.

Data tidak terstruktur skala besar, arsip jangka panjang, dan hybrid cloud backup target.

Perkuat Enterprise Backup Strategy Bersama CDT

Melalui AWS Backup, Akamai Linode Backup, dan Hitachi Content Platform, Central Data Technology (CDT), bagian dari CTI Group, membantu enterprise membangun arsitektur backup yang aman dan sesuai kebutuhan bisnis. Sebagai mitra resmi AWS, Akamai, dan Hitachi Vantara di Indonesia, tim CDT siap mendampingi tahap konsultasi, deployment, hingga after-sales support tanpa perlu melalui proses trial and error.

Hubungi kami untuk berkonsultasi mengenai strategi backup dan recovery yang tepat bagi perusahaan Anda.

Author: Danurdhara Suluh Prasasta

CTI Group Content Writer

---

Pertanyaan Umum Seputar Enterprise Backup Strategy

Apa itu strategi 3-2-1 dan mengapa penting untuk enterprise?

Strategi 3-2-1 menjaga tiga salinan data pada dua jenis media dengan satu salinan berada di lokasi off-site. Pemisahan ini mengurangi risiko seluruh salinan terdampak satu gangguan, seperti kerusakan hardware atau ransomware. CDT dapat membantu menerapkannya sesuai karakter workload perusahaan.

Apa best practices dalam menerapkan strategi backup data enterprise?

Best practices mencakup klasifikasi data, target RPO dan RTO, enkripsi, kontrol akses, salinan immutable, serta pengujian restore berkala. Kebijakan retensi dan hasil backup juga perlu dipantau agar kegagalan cepat ditemukan. CDT dapat membantu menyusun kontrol yang sesuai kebutuhan bisnis dan audit.

Apa jenis strategi backup data yang umum digunakan perusahaan?

Perusahaan umumnya menggunakan full backup, incremental backup, dan differential backup sesuai kebutuhan kapasitas serta kecepatan recovery. Strategi tersebut dapat dipadukan dengan salinan lokal, off-site, atau cloud. CDT membantu memilih kombinasi yang selaras dengan volume data, RPO, RTO, dan anggaran perusahaan.

Apakah cloud backup CDT sesuai regulasi UU PDP Indonesia?

Ya, solusi cloud backup dapat mendukung kepatuhan UU PDP bila enkripsi, lokasi data, kontrol akses, retensi, dan proses audit dikonfigurasi dengan tepat. Kepatuhan tetap menjadi tanggung jawab organisasi dan tidak otomatis diperoleh dari satu produk. CDT dapat membantu merancang tata kelola sesuai kebutuhan regulasi.

Yang Mungkin Anda Sukai

Rekomendasi artikel terbaik dari pakar industri kami.

Enterprise Identity Theft Prevention: Bisakah Akun Anda Dibajak?
Blog
Sep 21, 2026 7 min

Enterprise Identity Theft Prevention: Bisakah Akun Anda Dibajak?

Serangan siber saat ini semakin mengandalkan otomatisasi dan AI, di mana kredensial perusahaan menjadi salah satu target...

b
by Admin CDT
Baca Selengkapnya
Mengamankan Distributed Cloud Infrastructure dengan Zero Trust: Panduan untuk Enterprise
Blog
Sep 21, 2026 7 min

Mengamankan Distributed Cloud Infrastructure dengan Zero Trust: Panduan untuk Enterprise

Ketika aplikasi dan data enterprise tersebar di public cloud, data center, edge, hingga on premises, menjaga keamanan se...

b
by Admin CDT
Baca Selengkapnya
Membangun Hybrid Cloud Infrastructure yang Adaptif untuk Efisiensi Biaya dan Keamanan Multi-Cloud
Blog
Sep 17, 2026 7 min

Membangun Hybrid Cloud Infrastructure yang Adaptif untuk Efisiensi Biaya dan Keamanan Multi-Cloud

Transformasi digital membuat infrastruktur IT enterprise semakin terdistribusi. Workload tidak lagi selalu berjalan di d...

b
by Admin CDT
Baca Selengkapnya