
Cloud sudah menjadi bagian penting dalam transformasi IT enterprise. Namun, dalam praktiknya, perjalanan menuju cloud tidak selalu berjalan mulus. Gartner memprediksi pada 2028, 25 persen inisiatif cloud akan gagal mencapai target akibat eksekusi prematur dan kompleksitas yang tidak tertangani sejak awal.
Kesenjangan ini mulai terlihat saat pemindahan sistem berjalan. Dependensi aplikasi terekspos, risiko meningkat, sementara operasional tetap menuntut zero downtime. Untuk menghadapinya, banyak enterprise kini mulai mengandalkan cloud modernization services agar transisi berjalan lebih terstruktur, sekaligus memastikan bottleneck dari arsitektur legacy tidak ikut pindah ke ekosistem baru.
Mengapa Migrasi Konvensional Tak Lagi Cukup bagi Enterprise Modern?
Pendekatan migrasi konvensional semakin sulit mengikuti kompleksitas environment IT modern. Proses yang lambat, ketergantungan pada manual work, serta keterbatasan dalam skala membuat risiko downtime meningkat saat aplikasi dipindahkan. Di sisi lain, kebutuhan bisnis terus bergerak lebih cepat, sehingga metode lama sering kali justru menjadi hambatan dalam mempercepat transformasi.
Karena itu, banyak enterprise kini mulai melihat migrasi bukan sekadar proses pemindahan sistem, tetapi bagian dari strategi modernisasi yang lebih besar. Di sinilah peran cloud modernization services menjadi krusial. Pendekatan ini membantu enterprise menjalankan migrasi secara lebih terstruktur sekaligus menyiapkan fondasi arsitektur yang lebih modern di cloud.
Namun, strategi saja tidak cukup. Untuk menjalankan proses tersebut secara efektif, enterprise juga membutuhkan tools yang mampu menangani migrasi dalam skala besar tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan.
AWS Application Migration Service (MGN): Cara Cepat Memulai Modernisasi Aplikasi di Cloud
Untuk menjawab tantangan tersebut, AWS menghadirkan AWS Application Migration Service (MGN) sebagai solusi migrasi aplikasi yang terotomatisasi. Layanan ini memungkinkan enterprise memindahkan aplikasi ke AWS tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan. AWS MGN mereplikasi server dari berbagai source environment, lalu menjalankannya di AWS dengan proses cutover yang cepat dan minim risiko, sehingga transisi dapat dilakukan dengan lebih mulus.
Migrasi ini menjadi langkah awal dalam perjalanan modernisasi aplikasi di cloud. Tanpa perubahan arsitektur di tahap awal, AWS MGN membantu menyederhanakan proses perpindahan workload sekaligus membuka jalan menuju tahap modernisasi berikutnya.
Pendekatan ini ditopang oleh tiga aspek utama yang menjaga proses tetap stabil dan terarah.
Lift-and-Shift sebagai Titik Awal Modernisasi
AWS MGN memungkinkan migrasi melalui pendekatan lift-and-shift dengan rehosting, sehingga aplikasi dapat dipindahkan dari infrastruktur fisik, virtual, maupun cloud tanpa perubahan arsitektur di tahap awal. Proses ini dilakukan melalui replikasi server secara otomatis ke AWS, sehingga workload dapat dijalankan kembali dengan konfigurasi yang serupa. Pendekatan ini mempercepat migrasi sekaligus memberi ruang bagi enterprise untuk melanjutkan modernisasi di tahap berikutnya.
Keamanan Data Tetap Terjaga Selama Replikasi
Selama proses migrasi, AWS MGN mereplikasi data langsung ke akun AWS milik enterprise melalui mekanisme replikasi yang berjalan di background. Dengan pendekatan ini, data tetap berada dalam kontrol organisasi dan dapat disinkronkan hingga proses cutover dilakukan. Mekanisme ini membantu menjaga integritas data sekaligus meminimalkan risiko kehilangan atau inkonsistensi selama transisi.
Monitoring Performa Sejak Awal di Environment Baru
Setelah aplikasi berjalan di AWS, enterprise dapat memanfaatkan berbagai fitur monitoring untuk memantau resource, performa aplikasi, dan status workload secara lebih jelas. Visibilitas ini membantu tim IT memastikan aplikasi tetap stabil setelah migrasi sekaligus mengidentifikasi potensi optimasi performa di cloud environment yang baru.
4 Cara AWS MGN Mempermudah Cloud Modernization
Dalam perjalanan cloud modernization, migrasi bukan sekadar memindahkan aplikasi ke cloud. Prosesnya harus stabil, efisien, dan mampu membuka jalan bagi modernisasi berikutnya. Di sinilah AWS MGN berperan. Berikut empat cara bagaimana AWS MGN membantu enterprise menjalankan proses tersebut dengan lebih efektif.
1. Mempercepat Migrasi Aplikasi dari Berbagai Infrastruktur
AWS MGN memungkinkan aplikasi dipindahkan dari berbagai lingkungan, baik infrastruktur fisik, virtual, maupun cloud lain tanpa perubahan besar pada arsitektur. Proses ini membantu enterprise mempercepat migrasi sekaligus menjaga konsistensi sistem selama transisi.
2. Memulai Modernisasi Sejak Tahap Migrasi
Migrasi tidak harus menjadi tahap terpisah dari modernisasi. Dengan AWS MGN, penyesuaian seperti konfigurasi disaster recovery atau perubahan OS dan lisensi dapat dilakukan selama proses migrasi berlangsung, sehingga modernisasi dapat dimulai lebih awal.
3. Menjaga Operasional Tetap Stabil Selama Transisi
Melalui mekanisme replikasi server di belakang layar, aplikasi dapat terus berjalan selama proses migrasi berlangsung. Pendekatan ini membantu enterprise memindahkan workload tanpa mengganggu operasional bisnis yang sedang berjalan.
4. Mengendalikan Kompleksitas dan Biaya Migrasi
AWS MGN menggunakan satu tools untuk menangani berbagai kebutuhan migrasi aplikasi. Pendekatan ini menyederhanakan proses, mengurangi kompleksitas operasional, sekaligus membantu enterprise menjaga biaya migrasi tetap lebih terkendali.
Wujudkan Cloud Modernization yang Lebih Terarah Bersama CDT
Perjalanan menuju cloud modernization tidak berhenti di tahap migrasi. Dibutuhkan pendekatan yang tepat agar perpindahan aplikasi dapat berjalan stabil sekaligus membuka jalan menuju arsitektur yang lebih modern di cloud.
Central Data Technology (CDT), bagian dari CTI Group dan AWS Premier Tier Partner, siap membantu enterprise menjalankan proses tersebut secara lebih terarah, mulai dari migrasi aplikasi hingga langkah modernisasi berikutnya di AWS.
Diskusikan kebutuhan aplikasi dan infrastruktur Anda bersama tim CDT untuk menemukan pendekatan cloud modernization yang paling sesuai dengan arah transformasi IT organisasi Anda.
Author: Danurdhara Suluh Prasasta
CTI Group Content Writer
