
Serangan siber kini bukan hanya menyasar perimeter jaringan. Identitas pengguna, aplikasi cloud, API, hingga endpoint telah menjadi vektor utama serangan. Model keamanan tradisional yang mengandalkan kepercayaan internal terbukti sudah tidak lagi memadai.
Seperti diketahui, sebagian besar pelanggan keamanan terjadi karena penyalahgunaan kredensial dan pergerakan lateral di dalam jaringan, sesuatu yang tidak dapat dicegah oleh model keamanan tradisional. Dalam konteks inilah zero trust security architecture memiliki pendekatan fundamental untuk melindungi bisnis dari ancaman modern yang semakin agresif dan tidak terlihat.
Apa itu Zero Trust Security Architecture?
Zero trust security architecture adalah model keamanan yang berlandaskan prinsip never trust, always verify. Tidak ada pengguna, perangkat, atau aplikasi yang otomatis dipercaya, baik berada di dalam maupun di luar jaringan organisasi. Pendekatan ini dirancang untuk meminimalkan dampak pelanggaran dengan mencegah penyerang bergerak bebas di dalam sistem.
Zscaler mendefinisikan zero trust sebagai upaya memindahkan fokus keamanan dari perimeter jaringan ke identitas, konteks, dan kebijakan akses berbasis risiko. Setiap permintaan akses harus diverifikasi secara ketat sebelum diberikan, dengan mempertimbangkan siapa pengguna tersebut, perangkat yang digunakan, lokasi, serta perilaku aksesnya.
Mengapa Zero Trust Security Architecture Lebih Relevan di Era Cloud dan Hybrid?
Transformasi digital mendorong adopsi cloud, SaaS, kerja remote, dan hybrid workforce. Data dan aplikasi tidak lagi berada di satu lokasi terpusat. Hal ini membuat batas jaringan menjadi kabur dan sulit dikendalikan.
Menurut data industri keamanan global, lebih dari 80 persen beban kerja perusahaan kini berjalan di cloud atau lingkungan hybrid. Model keamanan lama yang mengandalkan VPN dan firewall perimeter justru membuka risiko karena memberikan akses luas setelah autentikasi awal.
Zero trust security architecture menjawab tantangan ini dengan memastikan akses minimum yang dibutuhkan, di mana pun pengguna dan aplikasi berada.
Prinsip Utama dalam Zero Trust Security Architecture
Zero trust dibangun di atas beberapa prinsip utama untuk memastikan keamanan yang bersifat adaptif, dan kontekstual, bukan statis. Berikut empat prinsip utama zero trust security architecture:
- Pertama, verifikasi eksplisit untuk setiap permintaan akses berdasarkan identitas, perangkat, dan konteks.
- Kedua, penerapan least privilege access untuk membatasi akses hanya pada sumber daya yang benar-benar dibutuhkan.
- Ketiga, asumsi pelanggaran selalu mungkin terjadi dari mana pun dan oleh siapa pun, sehingga sistem harus dirancang untuk dapat membatasi dampaknya.
- Keempat, pemantauan dan evaluasi berkelanjutan terhadap aktivitas pengguna dan aplikasi.
Komponen Zero Trust Security Architecture
Zero trust security architecture terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terintegrasi satu sama lain. Integrasi ini memungkinkan sistem dapat mengenali pola serangan yang tidak terdeteksi oleh metode konvensional. Berikut beberapa komponen inti yang dimaksud:
- Identitas dan akses manajemen sebagai fondasi kontrol pengguna.
- Keamanan perangkat dan endpoint untuk memasikan postur yang aman.
- Kontrol akses aplikasi berbasis kebijakan.
- Inspeksi trafik terenkripsi dan perlindungan data.
- Monitoring dan analitik berbasis AI untuk mendeteksi anomali.
Tantangan Implementasi Zero Trust Security Architecture
Meskipun manfaatnya jelas, implementasi zero trust bukan tanpa tantangan. Banyak organisasi masih bergantung pada arsitektur lama dan sistem legacy. Kurangnya visibilitas aset, kompleksitas integrasi, serta resistensi internal juga menjadi hambatan umum.
Selain itu, tanpa pendekatan strategis dan partner yang tepat, zero trust dapat dianggap sebagai proyek mahal dan kompleks, padahal esensinya adalah transformasi bertahap berbasis risiko.
Manfaat Zero Trust Security Architecture Bagi Bisnis

Implementasi zero trust secara signifikan memberikan dampak nyata bagi bisnis di semua sektor, termasuk menurunkan dampak serangan berbasis kredensial dan insider threat. Beberapa manfaat zero trust security architecture di antaranya:
- Mengurangi permukaan serangan dengan menyembunyikan aplikasi di balik Zero Trust Exchange, sehingga tak terlihat oleh internet.
- Mencegah pelanggaran dengan memeriksa semua traffic, termasuk lalu lintas terenkripsi dan memblokir ancaman secara real-time.
- Menghentikan pergerakan lateral dengan menghubungi entitas yang diotorisasi (seperti pengguna) langsung ke aplikasi, bukan ke jaringan.
- Hentikan kehilangan data dengan mengidentifikasi dan melindungi data sensitif secara otomatis saat in-transit, at rest, dan in use.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan global.
- Mendukung flekibilitas kerja tanpa mengorbankan keamanan.
- Meningkatkan pengalaman pengguna melalui akses yang lebih cepat dan aman.
- Mempercepat transformasi digital dengan risiko yang terkendali.
Solusi Zero Trust Security dari Central Data Technology
Central Data Technology menghadirkan solusi Zscaler Zero Trust Exchange yang dapat menghentikan serangan siber, mengamankan data, mengamankan AI, mengotomatiskan Ops dengan mengintegrasikan AI ke dalam model zero trust. Solusi ini membantu perusahaan dalam meningkatkan postur keamanan, memudahkan operasional, dan meningkatkan pengalaman pengguna yang konsisten.
Pendekatan ini memungkinkan bisnis mengadopsi cloud dan melakukan transformasi digital, tanpa mengorbankan kontrol dan visibilitas. Zscaler Zero Trust Exchange memastikan perlindungan data, pengguna, aplikasi, dan semua elemen dalam satu ekosistem IT tanpa bergantung pada jaringan tradisional.
Best Practices untuk Membangun Zero Trust Security Architecture
Berikut beberapa best practices untuk membangun zero trust security architecture demi memastikan transisi efektif tanpa mengganggu operasional bisnis:
- Memulai dari identitas sebagai perimeter utama.
- Memetakan aplikasi dan alur bisnis secara menyeluruh.
- Menerapkan kebijakan akses berbasis risiko secara bertahap.
- Mengintegrasikan AI dan analytics untuk mendeteksi ancaman secara proaktif.
- Bermitra dengan penyedia solusi dan layanan berpengalaman.
Zero Trust Security Architecture Menjadi Fondasi Keamanan Bisnis di Masa Depan
Zero trust security architecture kini menjadi kebutuhan strategis bisnis di tengah lanskap ancaman siber yang semakin canggih. Pendekatan never trust, always verify membantu bisnis membangun pertahanan yang adaptif, scalable, dan siap menghadapi masa depan digital.
Bersama Central Data Technology sebagai bagian dari CTI Group, bisnis dapat mengimplementasikan solusi Zscaler Zero Trust secara terukur dan berkelanjutan mulai dari tahap assessment, desain arsitektur, hingga implementasi dan optimalisasi secara terukur dan berkelanjutan. Hubungi tim profesional dan bersertifikat kami melalui tautan ini untuk pertumbuhan bisnis melalui keamanan yang optimal.
Penulis: Ervina Anggraini – Content Writer CTI Group
