Detail

Yuk, Aman Menggunakan Internet Banking

Tue, Dec 22 2015 | Author: PT. Central Data Technology

HARBOLNAS telah usai, tercatat rata - rata penyedia jasa penjualan online mencatat performa penjualan terbaik mereka. Ada yang meraih sampai 7 - 10x lipat  penjualan. Euphoria seperti ini tentunya sebagai bukti bahwa masyarakat sudah mulai percaya akan amannya berbelanja secara online dan menggunakan internet banking.

Sejarah Internet Banking
Sejarah internet banking dimulai dari 1980. Proses ini dimulai dari maraknya konsep pembelanjaan yang bertema online. Indonesia sendiri baru memperkenalkan internet banking pada Tahun 2001, Bank pertama yang mengoperasikan internet banking adalah Bank Central Asia (BCA).


Isu Peretasan
Ingat Steven Haryanto? Orang yang menulis surat terbuka kepada BCA yang menyampaikan permintaan maaf kepada BCA karena telah membeli domain yang sejenis dengan klikbca.com. Begini cuplikan dari Surat yang dikirimkan Steven Haryanto :


"Melalui surat ini saya secara pribadi dan tertulis menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Saya menyesal dan mengakui telah menimbulkan kerugian kepada pihak BCA dan pihak pelanggan yang kebetulan masuk ke situs palsu tersebut. Namun saya menjamin bahwa saya tidak pernah dan tidak akan menyalahgunakan data tersebut. Bersama ini pula data user saya serahkan kepada BCA. Sejauh pengetahuan saya, data ini tidak pernah bocor ke tangan ketiga dan hanya tersimpan dalam bentuk terenkripsi di harddisk komputer pribadi saya. Mohon BCA segera menindaklanjuti data ini.

Dengan ini juga saya ingin menjelaskan bahwa perbuatan ini berangkat dari rasa keingintahuan saja, untuk mengetahui seberapa banyak orang yang ternyata masuk ke situs plesetan tersebut. Tidak ada motif kriminal sama sekali. Alasan nyatanya, saya bahkan memajang nama dan alamat asli saya di domain tersebut, dan bukan alamat palsu. Sebab sejak awal pembelian saya memang tidak berniat mencuri uang dari rekening pelanggan"

sumber : Telkomspeedy

Jaman sekarang perampok bank tidak lagi menggunakan topeng dan senjata namun lebih menggunakan car a yang lebih mengecoh seperti contohnya  phising. Mereka mengirim email yang secara tidak langsung menginstall malware. Malware ini yang nantinya akan menyimpan username dan password dari nasabah dan bisa saja mencuri data dari transaksi yang harusnya bersifat rahasia.

Sekarang institusi keuangan kebanyakan mulai memiliki tim anti-fraud  dan tim mereka bisa sangat sibuk dengan pekerjaannya. Pertama, mereka harus memecahkan masalah anti-fraud dan melawan segala jenis serangan yang mereka akan dan sedang hadapi dan mendapatkan semua solusi ini untuk bekerja sama yang tentunya sangat kompleks dan memakan waktu yang sangat banyak.

Mereka harus tetap menjaga level keamanan mereka untuk transaksi online banking. Pada saat yang bersamaan, mereka juga harus mengembangkan solusi anti-fraud mereka.


Solusi Anti-Fraud
F5 Web Fraud Protection Solution di bangun special untuk menangani tantangan di online banking. Solusi ini menjaga semua lingkup dari ancaman – ancaman termasuk “Man-in-the-browser” dan “man-in-the-middleuntuk membantu para organisasi finansial mempunyai  respon real time  untuk melawan ancaman dari manapun.

Komponen dari F5 Web Fraud Protection mendeteksi malware, serangan man-in-the-browser, serangan man-in-the-middle, serangan zero-day, serangan phising, dan ancaman lain yang kemungkinan bisa datang. Solusinya adalah :

  • Mendeteksi Malware di aplikasi finansial
  • Mencegah malware  untuk mencuri data – data yang bersifat rahasia
  • Menjaga serangan phising dengan respon yang real time.

Untuk memastikan bahwa solusi ini  sangat responsive kepada serangan – serangan tersebut, F5 Web Fraud Protection sudah termasuk Critical Service Component melalui tim analisis F5 Malware. F5 Web Fraud Protection memang di design spesifik untuk menghandle online banking environment untuk menjaga customer dari malware, serangan phishing dll
 
 
Any Inquiries : marketing@centraldatatech.com