Detail

Jangan Rugi Hanya Karena Downtime

Fri, Oct 02 2015 | Author: PT. Central Data Technology

Data adalah  sumber hidup dari suatu perusahaan. Banyak perusahaan mempunyai data yang sangat banyak, namun apakah mereka benar -benar paham bahwa data yang diletakkan di sistem produksi tidak selalu menjadi tempat yang terbaik untuk penyimpanan.Namun, apakah mereka sudah aware akan proteksi data perusahaan mereka?
 
Akhir – akhir ini marak terjadi musibah pada data center perusahaan – perusahaan yang mengakibatkan data – data yang disimpan hilang, bahkan ada dari mereka belum sempat membuat DRC (Disaster Recovery Center). Musibah tidak terduga seperti banjir, kebakaran atau yang lainnya benar - benar tidak bisa diprediksi. 
 

Agustus 2015

Petir besar menyambar salah satu data center google di Belgium. Google mengatakan data yang ada terhapus dari beberapa disk setelah petir menyambar data center mereka bukan hanya sekali, ataupun dua kali, namun sebanyak empat kali. (http://www.digitaltrends.com/web/google-data-center-has-data-wiped-after-multiple-lightning-strikes/)
 
May 2015
Data Center Apple di Arizona terbakar. Api menyulut sangat cepat sampai pemadam kebakaran datang untuk  memadamkan apinya. Tidak ada korban yang terlaporkan terluka pada insiden ini. Sepertinya, solar panel yang ada pada atap menerima kerusakan paling parah pada kebakaran ini.  Tidak ada konfirmasi apakah panel tersebut adalah salah satu penyebab kebakaran tersebut. (http://www.digitaltrends.com/mobile/apple-data-center-catches-fire-mesa-arizona/)

 

Data Center Google
Data Centre Apple, Arizona
Bencana alam bukan merupakan sesuatu yang direncanakan atau dapat kita duga. Bukan hanya asset perusahan yang berupa fisik yang akan hilang, ibaratnya kursi dan meja yang hilang akibat kejadian bencana alam tersebut bisa dibeli kembali. Begitu juga server dan storage, namun apakah data perusahaan bisa dibeli lagi? Jawabannya tidak. Tidak semudah itu.
 

Begitu luar biasanya pengaruh bencana alam  terhadap bisnis. Pada tahun 2014 , dalam kurun waktu 12 bulan terakhir perusahaan di Indonesia mencatat kerugian USD 16 miliar atau setara Rp 197 triliun akibat kehilangan data dan downtime. 

 

Misalnya pada perusahaan operator, misalkan kalau sistem top up mereka mati dalam waktu sejam bisa menimbulkan kerugian hingga miliaran. Kalau kasuanya data hilang, mereka bisa melakukan restore berjam-jam. Waktu yang dibutuhkan misal 12 jam, dalam satu jam saja rugi yang didapatkan bisa 30 miliar . Coba hitung berapa kerugian yang harus di hadapi perusahaan ? (data : detik.com)

Customer pasti tidak jarang mengalami dilema seperti ini. Mencegah dampak terjadi bencana alam dan terjadi downtime. Jika dianalogikan keputusan memelihara dan proteksi data sama seperti asuransi, akan baru terasa dan terlihat nilai bisnisnya jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Biaya untuk proteksi data yang ada akan lebih kecil daripada kerugian yang akan datang saat data tersebut hilang.

Perkenalkan Solusi Disaster Recovery Center....

                                                                      
Dbvisit Solution

Companies today rely on around the clock access to their data to support a wide range of users and external systems, including web-based self-service applications and integration with business partners’ systems. It is no longer acceptable for a failure of some component (hardware or software) to leave data unavailable at any time of the day or night.

This 24/7 operation requires reliable and timely disaster recovery (DR) mechanisms for all components of these solutions, including the databases. In the event of a failure, service must be resumed within a very short period of time, with minimal or no data loss

any inquiry : marketing@centraldatatech.com