Detail

Lima Tren Digital yang akan Terjadi di Industri Kesehatan pada 2019

Fri, Jan 04 2019 | Author: PT. Central Data Technology

Di era digital saat ini, perkembangan teknologi kian pesat terjadi. Kehadiran teknologi-teknologi baru tentunya akan mendisrupsi dan mengubah semua industri, termasuk industri kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari rekam medis pasien ataupun pendaftaran dokter yang tidak lagi berbasis offline, melainkan online. Dengan demikian, memudahkan proses bagi pasien ataupun personil rumah sakit. Maka tak heran apabila pasar digital untuk industri kesehatan akan mencapai $206 miliar pada 2020.

Berikut prediksi lima tren digital yang akan hadir di industri kesehatan pada tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya:

Artificial Intelligence (AI)

Penggunaan AI di industri kesehatan dan pengobatan sedang mendapatkan momentum. AI mampu memproses Big Data serta mendeteksi gambar yang kualitasnya kian meningkat. Kemampuan AI tersebut telah memungkinkan inovasi bagi teknologi-teknologi kesehatan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan dengan AI di dunia medis pada 2019 dan tahun-tahun selanjutnya.

Diagnosa medis

Aplikasi AI akan meningkatkan kecepatan dan keakuratan diagnosa secara signifikan. Tools AI akan mempercepat dan meningkatkan keakuratan analisis data survei. Hal ini membuat para dokter lebih akurat saat melakukan diagnosa serta dapat bertemu dengan lebih banyak pasien tiap harinya. Saat ini, perangkat pendeteksian gambar yang menggunakan AI telah digunakan untuk melakukan diagnose penyakit dermatologi dan optik, diabetes ataupun penyakit lainnya yang akan mengubah penampilan pasien.

Pengembangan produk medis

Proses riset dan pengembangan obat-obatan terjadi sangat lambat dan mahal karena para apoteker perlu menimbang ratusan variabel, mulai dari senyawa kimia yang digunakan hingga ke reaksi yang dihasilkan dari bahan tersebut. Saat ini, AI digunakan untuk mengeksplorasi interaksi antara bahan kimia dan biologis yang terjadi saat membuat ataupun menemukan obat-obat baru. Salah satu contoh ialah sistem AI IBM Watson dan GNS Healthcare yang digunakan untuk mencari pengobatan kanker.

Otomatisasi workflow

AI membantu mengotomatisasi tugas-tugas yang repetitif seperti paperwork rutin, penjadwalan, dan memasukkan data time-sheet.

Big Data dan Analitik

Perkembangan teknologi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah membuat pengumpulan data medis masyarakat semakin meningkat. Hal ini memampukan bisnis untuk memperoleh insights dari data yang ada. Solusi baru yang terintegrasi dapat mengumpulkan, memproses, menghubungkan, menyimpan dan menganalisa data untuk tujuan tertentu. Para profesional di dunia medis menggunakan Big Data untuk mempercepat serta mempermudah proses diagnosis. Analisis data juga dapat meningkatkan efisiensi di dalam organisasi layanan kesehatan. Selain itu, Big Data bisa dimanfaatkan perusahaan asuransi untuk menyediakan produk asuransi yang khusus bagi setiap pelanggan

Pengaplikasian Big Data yang paling luas (widespread) ialah Sistem Catatan Kesehatan Elektronik atau Sistem Electronic Health Record (EHR). EHR mampu menyimpan rekam medis digital tiap orang, termasuk riwayat medis, hasil laboratorium, diagnosis dan lain-lain. Tiap rekam medis disimpan di dalam satu file yang dapat dimodifikasi. Dengan demikian, menghilangkan pengerjaan paperwork bagi dokter serta dapat dijadikan sumber statistik yang berharga.

Internet of Medical Things (IoMT)

Internet of Things (IoT) mengacu pada perangkat yang terhubung satu sama lain melalui Internet. Penggunaan IoT terus meningkat di semua industri, termasuk industri kesehatan. Maka, munculah istilah IoMT (Internet of Medical Things). IoMT digunakan untuk memonitor kesehatan pasien secara jarak jauh menggunakan wearables, seperti monitor EKG dan ECG, sensor pintar dan aplikasi mobile. Tools (alat) IoMT dapat membantu para dokter untuk memantau pasien yang ada di rumah atau dimanapun di dunia. Perangkat yang terhubung dimanfaatkan untuk memastikan pasien akut mengkonsumsi obatnya, mengukur level glukosa dan tekanan darah serta mengatur peringatan (reminders) dan alerts.

Telemedicine

Fasilitas kesehatan yang minim dan susahnya mengakses fasilitas tersebut di daerah rural dapat diatasi dengan adanya telemedecine. Telemedecine menghububungkan pasien dengan para dokter dan tenaga kerja medis yang dibutuhkan secara online. Menurut riset yang dilakukan oleh Markets and Research, pasar telemedicine diprediksi akan mencapai $113.1 miliar di 2025. Sejauh ini, sektor telemedicine didominasi oleh platform video chat, di mana pasien yang berada di rumah menghubungi dokter via video dan Internet. Dengan demikian, pasien untuk tidak hanya mendeskripsikan gejala, tetapi juga menunjukkan gejala yang terlihat. Selain itu, telemedicine dapat dimanfaatkan untuk merawat dan memonitor pasien yang memiliki penyakit kronis akut. Hal ini tentunya jauh lebih baik dibandingkan dengan pergi ke dokter secara rutin karena lebih terjangkau dan dapat mengurangi stres pasien.

VR/AR di Industri Kesehatan

Virtual dan augmented reality telah memajukan teknologi yang digunakan di dunia medis secara signifikan, mulai dari proses diagnosis hingga edukasi serta telah digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Dengan virtual reality, pengguna dapat merasakan berada di lingkungan yang dibuat secara artifisial, sedangkan dengan augmented reality, pengguna akan mendapatkan gambar baru di atas objek yang ada. Saat ini, pengaplikasian AR/VR adalah sebagai berikut:

Respon darurat

Tenaga medis yang bertugas di situasi darurat mampu mendapatkan informasi yang relevan secara otomatis tentang si pasien tanpa harus membuang waktu untuk mencarinya saat memberikan pertolongan pertama. Terlebih lagi, informasi kritikal tentang si pasien dapat direkam sebelum sampai di rumah sakit.

Pencegahan dan diagnostik

VR/AR dapat memanipulasi kamera dan memberikan gambaran situasi yang berbeda agar dokter dapat membandingkan data yang ada (hasil radiologi, misalnya) dengan contoh yang ada di database ataupun mereplikasi pengaruh dari suatu pengobatan.

Pembedahan (Operasi)

Pengaruh VR yang paling signifikan ialah dalam merekonstruksikan organ 3D yang berfungsi. Terlebih lagi, teknologi ini sangat berguna bagi dokter bedah yang harus melakukan pembedahan di ruangan yang kecil ataupun situasi yang kompleks (rumit).

Edukasi

AR/VR adalah alat (tools) yang berguna untuk mentransformasikan edukasi medis. Dokter bedah misalnya, dapat berlatih prosedur serta langkah-langkah yang tepat. Melakukan hal ini tentunya akan mempercepat proses pembedahan dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kerusakan pada jaringan saat bedah berlangsung secara nyata.

Rehabilitasi dan pemulihan emosional

Penggunaan AR/VR telah terbukti memberikan pengaruh yang menenangkan bagi pasien yang sedang sakit berat. Dengan demikian, pengonsumsian opioid dapat dikurangi.

Tentang Central Data Technology

Central Data Technology (CDT) adalah anak perusahaan CTI Group yang menawarkan berbagai solusi TI, dengan portofolio produk terdepan, proses implementasi yang efektif, dan tim pelaksana andal untuk membantu industri mencapai tujuan bisnis. CDT dipercaya oleh para pemegang merk TI ternama dunia seperti Oracle, F5, Fujitsu, Hitachi Vantara, Commvault, Talend, Pentaho, Mapr, Apple, AWS, dan Sundray. Dengan berbagai portofolio solusi enterprise, CDT berkomitmen untuk memberikan solusi TI terbaik mulai dari Digital Transformation, Infrastruktur, Perlindungan Data dan Business Continuity, Database and Middleware, Mobility, Cloud dan Security.

Info lebih lanjut hubungi: digital@centraldatatech.com