Detail

5 Kesalahpahaman Utama Terkait Keamanan Berbasis Cloud

Mon, Nov 19 2018 | Author: PT. Central Data Technology

Dewasa ini, perusahaan-perusahaan besar telah beralih ke keamanan Cloud untuk fleksibilitas yang lebih besar serta dapat mengurangi kerumitan, tetapi beberapa kesalahpahaman mulai muncul. Berikut ini beberapa kebenarannya, menurut laporan Forcepoint.

Keamanan Cloud adalah prioritas anggaran TI teratas (top IT budget priority) yang beralih ke 2019. Sementara pada awal kemunculan komputasi Cloud, masalah keamanan mencegah banyak organisasi memindahkan beban kerja mereka sepenuhnya di luar lokasi, namun sebagian besar perusahaan mengakui bahwa Cloud sering kali dapat menjadi tempat yang aman untuk memindahkan data, aplikasi, dan infrastruktur. Pengguna yang mempercayai Cloud publik melebihi jumlah mereka yang tidak mempercayai Cloud dengan rasio 2:1, lebih dari 62% profesional TI kini menyimpan data mereka di Cloud publik.

Semakin banyak organisasi yang bergerak ke Cloud untuk berbagai tujuan, termasuk keamanan. Menurut laporan Forcepoint, solusi keamanan berbasis Cloud memiliki potensi untuk menawarkan keamanan yang ditingkatkan untuk semua karyawan, termasuk mereka yang bekerja dari jarak jauh, serta skalabilitas dan fleksibilitas yang lebih besar, keamanan untuk aplikasi, data, dan sistem mereka. Mengurangi kerumitan, kemudahan dan kecepatan penyebaran, dan perangkat keras yang lebih rendah.

Namun, untuk mendapatkan keuntungan ini, organisasi harus memilih penyedia yang tepat. Berikut adalah lima kesalahpahaman paling umum terkait infrastruktur keamanan berbasis Cloud beserta solusinya :

Mitos # 1: Sertifikasi keamanan hanya penting untuk tim kepatuhan (Team Compliance)

Penyedia keamanan berbasis Cloud harus memiliki sertifikasi yang diperlukan, yang harus diperiksa oleh bisnis anda sebelum menandatangani kontrak.

Artinya tim keamanan anda harus mencari sertifikasi sebagai bagian dari proses pemilihan vendor awal mereka. Jika penyedia Cloud tidak dapat menyediakannya, anda tidak memiliki jaminan bahwa itu sesuai dengan standar keamanan industri dan pemerintah. Sebagai contoh, tanpa sertifikasi ISO 27018, anda tidak tahu apakah penyedia memiliki kontrol di tempat untuk data PII ( yang juga merupakan persyaratan untuk mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum atau GDPR). "

Mitos # 2: Pusat data penyedia Cloud selalu lebih aman daripada yang korporat

Setelah adanya pelanggaran Data Center pribadi, penyedia layanan Cloud suka membanggakan bahwa infrastruktur mereka lebih aman. Namun, ini belum tentu demikian. Manajer keamanan Data Center harus menerapkan kontrol untuk keamanan data, termasuk enkripsi, tokenization, dan pencegahan kehilangan data. Sertifikasi dari auditor pihak ketiga juga dapat memastikan bahwa persyaratan terpenuhi.

Mitos # 3: Semakin banyak Data Center yang dimiliki oleh penyedia layanan Cloud, semakin baik kinerja dan ketahanan layanan

Jumlah Data Center tidak memiliki dampak langsung pada kinerja penyedia layanan Cloud.

Mitos # 4: Keamanan penyedia layanan Cloud anda tidak memengaruhi biaya asuransi keamanan cyber Anda

Lebih banyak perusahaan berinvestasi dalam asuransi cyber, karena perusahaan asuransi AS memperoleh $ 1 miliar dalam premi cyber pada tahun lalu. Perusahaan anda kemungkinan akan membayar premi asuransi cyber yang lebih rendah jika penyedia Cloud anda dapat menunjukkan sertifikasi yang menunjukkan bahwa data sensitif akan dijamin dengan aman.

Mitos # 5: Kepatuhan(Compliance) semata-mata didorong oleh kekuatan eksternal

Bahkan ketika menggunakan penyedia keamanan Cloud, departemen TI masih bertanggung jawab untuk melindungi aset perusahaan, dan harus memastikan kepatuhan. Bisnis harus menginvestasikan waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendapatkan kebijakan kepatuhan yang benar dan melindungi informasi.

Tentang Central Data Technology

Central Data Technology merupakan salah satu Value Added Distributor terbesar di Indonesia. Central Data Technology sebagai Perusahaan teknologi informasi yang mendistribusikan berbagai brand terkemuka di dunia Teknologi Informasi antara lain Oracle, F5, Fujitsu, Hitachi Vantara, Commvault, Talend, Pentaho, Mapr, Apple, AWS, dan Sundray. Central Data Technology telah menjadi penyedia berbagai solusi untuk Security, Server Storage, Database, Backup, WLAN, dan Cloud yang terdepan.

Info lebih lanjut hubungi : marketing@centraldatatech.com

 

 

Sumber artikel :

www.techrepublic.com/article/the-top-5-myths-about-cloud-based-security/