Detail

Bagaimana Teknologi Berperan Besar Menambah Emisi Karbon di Lingkungan

Tue, Sep 25 2018 | Author: PT. Central Data Technology

Kemanusiaan yang secara umum mencari manfaat dari level kesadaran lingkungan yang lebih tinggi. Satu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Perusahaan industri dan komersial, pada umumnya, berkontribusi besar terhadap perubahan iklim dan masalah lain yang disebabkan oleh emisi karbon. Inilah sebabnya mengapa langkah-langkah penghematan energi sangat penting untuk masa depan lingkungan kita.

Ada beberapa cara untuk mengurangi jejak karbon dari suatu bisnis tanpa mengorbankan akses ke proses teknologi modern. Bahkan, ada sejumlah cara bahwa teknologi benar-benar dapat meningkatkan jejak karbon bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.

Energi terbaru yang ramah lingkungan dan rendah emisi

Industri modern mengandalkan listrik. Secara tradisional disediakan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara atau minyak, pembangkit listrik telah menjadi penyumbang utama emisi karbon secara harfiah dari generasi ke generasi. Contohnya, membakar satu ton batubara untuk menghasilkan listrik dapat menghasilkan hingga 5.720 pon karbon dioksida. Sangat penting bahwa kita harus mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil ini.

Cara yang lebih modern untuk menghasilkan listrik yang tidak memerlukan pembakaran batu bara atau bahan bakar fosil lainnya sedang meningkat. Metode-metode ini, yang meliputi pembangkit listrik tenaga angin, hidroelektrik, dan matahari. Mungkin terdengar tidak terlalu efisien dan mahal, tetapi teknologi baru ini telah meningkatkan keefektifan dari segi biaya dan efisiensi. Suatu bisnis dapat mengimbangi jejak karbon mereka secara signifikan dengan mengandalkan teknologi baru tersebut. Salah satu contohnya adalah pemasangan panel surya di properti perusahaan.

Perencanaan rute yang pintar mengurangi emisi armada pengiriman

Kontributor utama lainnya untuk jejak karbon perusahaan adalah sejauh mana mereka bergantung pada pengiriman produk ke pelanggan mereka. Bahkan armada kecil kendaraan pengantar dapat memiliki dampak besar pada emisi karbon selama jangka waktu yang panjang. Mobil dan truk terhitung hampir satu dari setiap empat pon karbon dioksida yang diproduksi hanya di Amerika Serikat saja.. Kendaraan pengiriman dengan mesin yang lebih besar dan jam mengemudinya yang panjang memberikan kontribusi emisi terbesar.

Mengubah seluruh armada Anda untuk kendaraan dengan emisi rendah adalah salah satu solusi yang jelas, meskipun itu salah satu hal yang kurang praktis. Sebuah alternatif yang menawarkan tingkat efektivitas biaya yang jauh lebih tinggi adalah dengan meminta bantuan perangkat lunak perencanaan rute canggih yang mengoptimalkan rute pengiriman armada kendaraan Anda, memastikan mereka menghabiskan paling sedikit waktu di jalan. Memiliki manfaat tambahan tidak hanya mengurangi keseluruhan emisi tetapi memastikan pelanggan anda mendapatkan pengiriman secepat mungkin. 

Kantor tanpa kertas dan Cloud Computing mengurangi kebutuhan akan salinan cetak

Di antara industri manufaktur di Amerika, industri pulp dan kertas adalah emitor gas rumah kaca terbesar ke-4. Hal ini sangat memprihatinkan, karena salah satu tujuan ekologis utama pohon adalah menyimpan karbon selama beberapa dekade pada suatu waktu. Meskipun upaya pengelolaan hutan dan daur ulang yang berhati-hati dapat mengimbangi sebagian dari kehilangan ini, faktanya mudah tetap bahwa produksi kertas merupakan penyumbang besar bagi emisi gas rumah kaca.

Hampir setiap transaksi bisnis dengan dokumen dan membutuhkan pencatatan yang ekstensif dari beberapa jenis. Jumlah kertas yang dikonsumsi oleh suatu bisnis sangatlah banyak, itulah sebabnya dorongan untuk kantor menjadi tidak memiliki kertas atau setidaknya mengurangi ketergantungan mereka pada hard copy semakin kuat.

Munculnya Cloud Computing telah membuat kita lebih dekat dengan realitas seperti itu. Sistem manajemen terkomputerisasi yang memungkinkan kantor untuk memindai dokumen kertas dan kemudian memberikan akses ke versi digital dari dokumen tersebut di seluruh awan memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi kertas dengan selisih yang cukup besar.

Kerja jarak jauh dan telepresence dapat mengurangi emisi karbon dalam berbagai cara 

Dalam waktu kerja 40 jam perminggu berperan penting dalam menyumbang emisi karbon. Karyawan yang tak terhitung jumlahnya akan berangkat kerja setiap pagi lalu menghabiskan 8 jam bahkan lebih di lingkungan kantor. Dengan bangunan kantor yang memakan energi dan kemudian pulang ke rumah lima hari seminggu dapat menimbulkan kerusakan besar pada lingkungan karena adanya emisi dari kendaraan.

Tetapi kemajuan teknologi dalam konektivitas berarti Anda tidak lagi perlu berada di kantor setiap saat dalam kehidupan nyata Anda untuk menjadi karyawan yang produktif. Beberapa perusahaan besar di dunia telah menciptakan inisiatif kerja jarak jauh untuk mengurangi jejak karbon mereka.

Telepresence juga mendorong pekerja untuk tetap tinggal di rumah dan tidak mengendarai kendaraan yang membakar karbon saat berangkat ke kantor atau menggunakan angkutan massal setiap harinya.

 

 

Sumber artikel :

www.thenextweb.com/contributors/2018/09/25/how-technology-is-improving-the-carbon-footprint-of-businesses/