Detail

Hot Issue : Ada Apa dengan Panama Papers?

Fri, Apr 08 2016 | Author: PT. Central Data Technology

Kemarin media massa tampak di ramaikan dengan skandal panama. Setelah mengulik beberapa berita yang ada di media, hal ini terlihat sebagai bukti kelalaian dari Mossack Fonseca atas usaha memproteksi keamanan data dan jaringan yang bersifat confidential.

Mossack Fonseca mempunyai tugas utama untuk memastikan agar semua kerahasiaan dari transaksi kliennya tidak terdeteksi dari manapun. Namun sebenarnya hal yang dilakukan oleh Mossack Fonseca itu merupakan hal yang tidak dianjurkan karena mereka melakukan tindakan yang menyalahi hukum yaitu memfasilitasi perusahaan – perusahaan agar usahanya bisa bebas pajak.

Lalu, apa efeknya di Indonesia sehingga kita dirasa perlu untuk mengikuti pekembangan kasus ini? Ternyata di Indonesia tercatat sebanyak 2,961 nama perusahaan dan individu yang menjadi klien dari Mossack.

Mengutip dari analisis @Pakar_Mantan pada seword.com “Jika Indonesia memiliki 2,961 perusahaan Indonesia tidak bayar pajak, maka wajar kalau penerimaan pajak kita sering kurang dan rendah, tidak sesuai dengan banyaknya usaha serta perusahaan yang beroperasi di Indonesia.”

Beberapa nama sudah dibeberkan ikut serta menjadi klien dari Mossack, antara lain : Bakrie, James Riadi, Erick Thohir, Chairul Tanjung, Sedayu Group, Podomoro Group dan masih banyak yang lainnya. Jelas ini tidak menguntungkan bagi kedua pihak, baik pihak penyedia jasa ataupun klien.

 

John Doe

Mari kita mengesampingkan kasus ini dari sisi politiknya, kita lihat dari sisi mengapa hal ini bisa terjadi. Ternyata hal ini terjadi hanya dengan pesan yang datang dari seseorang bernama John Doe yang dikirimkan kepada reporter investigasi di Jerman  bernama Obermayer.

 “Hello, This is John Doe. Interested in data?”

 Obermayer langsung membalas “we’re very interested”

Hasilnya adalah Obermayer mendapatkan transfer 2.6 terabytes data dari perusahaan Mossack Fonseca disertai dengan 11.5 juta dokumen. Hal ini merupakan kasus pencurian data yang sangat besar karena dapat membocorkan perusahaan – perusahaan yang menjadi klien dari Mossack, yang berarti banyak perusahaan yang selama ini beroperasi namun tidak membayar pajak. Hal ini bisa mempunyai kolerasi terhadap kejahatan – kejahatan lain yang bisa dilakukan seperti  money laundry, korupsi dan lain lain.

  

Kasus Kebocoran Data  

Di era transformasi digital ini kita memang harus lebih waspada akan ancaman kebocoran data. Seperti yang ramai dibicarakan pada tahun 2014 silam tentang kebocoran data pribadi hampir 500 selebriti yang mereka simpan pada icloud mereka, hal ini membuat kita sebagai pengguna lebih memperhatikan tingkat kerahasiaan data yang kita simpan. Berbeda dengan jaman dahulu, jika sang pencuri ingin mencuri data mereka harus melakukannya dengan cara membobol rumah, namun sekarang penjahat lebih menggunakan cara yang lebih mudah yaitu dengan cara meretas jaringan.

Beriringan dengan mulai awasnya customer tentang potensi resiko kebocoran data ini, muncul juga banyak solusi yang dapat memanipulasi enkripsi. Hal ini muncul dari jumlah serangan yang telah meningkat pada waktu yang sama sehingga kebutuhan untuk lingkungan enkripsi SSL yang solid untuk melindungi aplikasi lebih besar dari sebelumnya. F5 menerangkan ada 3 style yang bisa diadaptasi oleh perusahaan untuk dapat memanipulasi enkripsi sesuai dengan kebutuhannya masing – masing.

F5ssl

 

 Download Full Datasheet

Any inquiries, please contact our valued team on marketing@centraldatatech.com

 

-Elviera Sharinta

 

 

*Artikel terdapat kutipan dari usatoday.com & seword.com